Menyoal Kekerasan Seksual: Urgensi Pendidikan Kesehatan Reproduksi

3 May 2013

Oleh: Ani Rufaida

c40aaa1325462031e55aac3af7df4fe4_466339_2994974130704_178808405_o

Sabtu, 27 April 2013, TMC Organizer Novel Kepompong Pijar menyelenggarakan talk show tentang Seksualitas Remaja Problematika dan Solusinya, acara ini sekaligus peluncuran novel Kepompong Pijar oleh Iffah selaku penulis novel, yang telah menerbitkan empat edisi. Acara yang bertempat di Meeting Hall Gedung Perpustakaan UIN Yogyakarta dihadiri oleh mahasiswa dan tamu undangan. Novel Kepompong Pijar mengisahkan kekerasan gender yang ada di lingkungan kita, untuk itu peluncurannya dibarengi dengan diskusi tentang tema yang terkait.

Setyawati P. Saputri dari Jaringan Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Trafficking kota Yogyakarta menjelaskan banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini, di antaranya kasus perkosaan terhadap siswa SMP yang pelakunya oknum polisi di Sleman Yogyakarta, kasus incest (sebut saja pelaku dari keluarga korban atau orang terdekat korban), dan kasus-kasus lain yang marak diberitakan.

Asri Wiyawati, selaku program acara muslimah radio MQ FM, menjelaskan seksualitas dari sisi Islam, menurut Ia, Islam dalam konteks ini lebih banyak aksi preventifnya, seperti tidak diperbolehkan berkhalwat, tidak boleh tidur 1 kamar maupun 1 selimut dengan saudara, pengaturan ini bukan dalam rangka membelenggu melainkan dalam rangka pencegahan dan penjagaan serta kasih sayang untuk kita.

Adingtyas selaku dokter di PKBI DIY memaparkan, merespon berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi, pendidikan kesehatan reproduksi remaja sangat penting diberikan di sekolahan, meski sampai saat ini pendidikan kesehatan reproduksi diajarkan dalam muatan lokal bidang bimbingan konseling, pembelajaran tersebut tersebut juga disesuaikan materi dan umur dalam penyampaiannya.

Menurut Adingtyas yang terjadi terhadap hubungan seksual yang berresiko bisa saja tertular penyakit HIV AIDS, kanker rahim dan penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi manusia. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya dengan tidak melakukan hubungan seksual, setia pada pasangan, menggunakan kondom, tidak menggunakan jarum suntik secara bersamaan, memelihara peralatan yang digunakan. Untuk itu, kesehatan reproduksi penting untuk selalu dikampanyekan.


TAGS liputan


-

Author

Follow Me