National Meeting Indonesia Act Ke-13: Tentang Trafficking

3 May 2013

a363ac5e575339f419cd67fe4651380d_dscf0960

Oleh: Ani Rufaida

Yogyakarta, 2-5 April 2013, Rifka Annisa dan beberapa lembaga yang bekerjasama dengan Indo act, menyelenggarakan pertemuan nasional. Pertemuan ini dilaksanakan oleh lembaga yang tergabung dalam program pencegahan isu trafficking anak. Kegiatan yang diikuti dari 14 anggota ini diantaranya Rifka Annisa Yogyakarta, Yayasan Ibu Jakarta, Setara institut Semarang, LRC KJHAM Semarang, Rumah Perempuan Kupang dan sebagainya. Acara yang berlangsung selama empat hari ini berlangsung di Hotel Wisma Joglo, Jl. Laksda Adi Sucipto Km. 6.

Ahmad Jaelani selaku ketua presidium program ini memaparkan dalam pertemuan ini ada beberapa agenda yang dilakukan diantaranya pergantian ketua presidium, koordinasi program advokasi dan program-program lainnya sekaligus pertanggungjawaban selama 3 tahun, yang dilangsungkan dengan perencanaan program tiga tahun kedepan 2013-1016, terakhir menerima anggota baru, setiap tahunnya minimal menerima 2 anggota.

Indo act punya sistematik program yang dirumuskan secara bersama oleh anggotanya, presidium dan sekretaris program beserta anggotanya berkoordinasi mendorong untuk proses implementasi program. Ungkap Jaelani yang aktif di Yayasan Kakap SP Medan saat ditemui Rifka Media.

Beberapa program terkait kampanye anti trafficking sudah berjalan sejak tahun 2003, dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, kampanye tentang perdagangan anak dan pencegahannya, yang biasa di peringati pada 12 desember. Kampanye lainnya yang sudah pernah dilakukan mulai awal 2007 yaitu program pencegahan anti trafficking ke komunitas-komunitas basis melalui pendidikan komunitas ataucommunity education .

Pada tahap selanjutnya program ini dievaluasi bersama yang awalnya hanya dilakukan dalam bentuk 1 level, berkembang menjadi 4 level pada tahun 2009, pertama melalui pendidikan pencegahan, informasi, dan mengenali modus trafficking, kedua melalui pendidikan komunitas, pemahaman kasus, penanganan kasus yang diberikan kepada provider dan para penegak hukum. Ketiga bagaimana membuka partisipasi anak dalam proses pencegahan. Keempat peer education atau pendidikan sebaya yang ditujukan kepada remaja bagaimana mereka mendidik dan melatih kembali terhadap teman sebayanya, untuk sharing informasi jelas Jaelani.

Menurut Jaelani,angka kekerasan terhadap anak bisa ditekan sekecil mungkin untuk tidak lagi menjadi korban, maka sangat penting bahwa gerakan ini menjadi masif. Yang kedua bagaimana program yang diinisiasi Indo act ini bisa diadopsi oleh pemerintah maupun masyarakat sebagai keberlanjutan program dalam pembangunan di Indonesia.


TAGS


-

Author

Follow Me