• 19

    Oct

    Meng(adil)i Perda-Perda Diskriminatif terhadap Perempuan

    Belum lama ini, masyarakat dikejutkan oleh serangkaian pemberitaan mengenai tragedi yang dialami oleh PE (16 tahun), seorang remaja putri asal Aceh yang mengakhiri hidupnya lantaran tidak kuasa menanggung malu, karena telah dituduh sebagai pekerja seks. Padahal yang sebenarnya terjadi, PE tengah menikmati pentas musik malam itu bersama teman-temannya. Namun ternyata, polisi syariah di wilayah setempat menuduh PE beserta seorang temannya sebagai perempuan yang menjajakan seks. Ditambah dengan pemberitaan dari media lokal yang tidak memperhatikan kesesuaian dengan fakta di lapangan, serta adanya kelompok jurnalis yang memang pro terhadap implementasi perda syariah di Aceh, maka muncullah berita mengenai terjaringnya dua remaja putri yang menjajakan seks. Hal ini tentu saja menjadi pukulan
-

Author

Follow Me