• 27

    Feb

    Sexual Gratuities: Upaya Merendahkan Perempuan

    Oleh: Sri Yulita Pramulia Panani Baru-baru ini media cetak, daring maupun televisi hangat memberitakan mengenai gratifikasi seksual (sexual gratuities). Merujuk pada salah satu penjabat sekaligus petinggi salah satu partai di Indonesia yang diduga menerima apa yang disebut gratifikasi seksual. Gratifikasi uang, mobil sudah menjadi biasa terjadi, dan yang baru adalah perempuan. Konon gratifikasi seksual bukanlah hal baru dalam sejarah perjalanan politik negeri ini walaupun istilah dulu mengkin bukan gratifikasi. Upeti semacamnya telah ada sejak dulu, sebelum orde reformasi ada dan sebelum perang terhadap korupsi menjadi prioritas utama negara ini. Pepatah lama yang mengatakan bahwa kelemahan atau kesenangan laki-laki, salah satunya adalah perempuan. Pepatah itupun nyata terlihat dalam pr
  • 20

    Feb

    Remaja Waspada Dating Violence

    Dating violence atau kekerasan dalam pacaran tidak hanya terjadi pada mereka yang menjalani hubungan di usia dewasa sebelum terikat dalam pernikahan, tetapi juga terjadi pada usia remaja. Sehingga muncul istilah teen dating violence, yang mengacu pada subjek korban yaitu remaja. Selama ini masyarakat kita atau bahkan mayoritas orang tua kurang menyadari mengenai dating violence. Apabila remaja mengalami dating violence, mereka cenderung memilih untuk tidak menceritakan pada orang tua dan memendam apa yang ia alami. Dating violence memiliki pengertian yaitu ancaman atau tindakan untuk melakukan kekerasan kepada salah satu pihak dalam hubungan berpacaran, yang mana kekerasan ini ditujukan untuk memperoleh kontrol, kekuasaan dan kekuatan atas pasangannya. Pelakunya melakukan tindakan kekera
  • 18

    Feb

    Menilik Machiavelli untuk Menuju Demokrasi yang Bermutu

    Oleh: Ani Rufaida Nama Niccolo Machiavelli, lekat dengan stigma buruk menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan. Namun, menurut R William Liddle, justru Machiavelli menyumbangkan sebuah kerangka berharga, yang bisa menjadi pemandu persoalan-persoalan demokrasi abad ini. Hal itu disampaikan pada diskusi yang diselenggarakan Institute of International Studies (ISS) Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Paramadina dan the Asia Foundation pada 28 Januari 2013 lalu. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik, Universitas Gadjah Mada Dr Erwan Agus Purwanto MSi, diskusi salah satunya dilatarbelakangi kurang bermutunya demokrasi yang sudah berjalan. Demokrasi yang dimaksud adalah demokrasi prosedural; yang belum mampu mewujudkan
  • 13

    Feb

    Urgensi Payung Hukum Kekerasan Dalam Pacaran

    Oleh: Sri Yulia Panani Beberapa minggu lalu acara infotaiment di berbagai stasiun televisi di Indonesia, di antaranya kisah kekerasan dalam pacaran (KDP) yang dialami oleh artis berinisial AR dan pelakunya adalah EG, laki-laki yang dipacarinya selama kurang lebih dua tahun. Proses hukum pada kasus tersebut masih bergulir hingga hari ini. Banyak pro dan kontra yang terjadi dalam kasus tersebut. Ada juga yang menyangsikan apakah bukti dan tuduhan yang selama ini beredar asli atau palsu. Korban mengaku bahwa alasan trauma psikologis yang membuatnya baru melaporkan tindakan tersebut. Faktanya, memang psikologis seseorang pasca kekerasan harus dipersiapkan agar apabila ada kendala dalam proses hukum terkait ketidakadilan yang terjadi padanya. Kasus kekerasan pada artis AR hanyalah salah satu
  • 13

    Feb

    Diskusi Kekerasan dalam Pacaran di Komunitas Selang Wonosari

    Minggu, 27 Januari 2012, Devisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi (DPMA) menggelar diskusi 2 jam di komunitas Selang Wonosari Gunung Kidul, diskusi yang dihadiri oleh para pemuda dari organisasi IPNU/IPPNU ini merupakan diskusi rutin yang dilaksanakan setiap 1 bulan sekali. Diskusi yang berlangsung 2 jam ini, menjelaskan tema kekerasan dalam pacaran agaknya kata-kata tersebut belum familiar didengar peserta, seperti ungkapan masak ada kekerasan dalam pacaran, Ungkap Rahmat dalam diskusi tersebut. Pengggunaan kata pacaran sendiri juga tidak begitu disetujui, peserta lebih suka menggunakan kata taaruf dari pada pacaran, seperti pernyataan peserta pacaran itu dilarang dalam agama dan hanya diperkanankan taaruf Tegas Marwan salah satu peserta diskusi. Asih selaku devisi DPMA membantu
  • 13

    Feb

    Diskusi Rutin dengan Komunitas Remaja Patuk Gunung Kidul

    Oleh Ani Rufaida Minggu,11 February 2013 pukul 10.00 remaja Patuk menggelar diskusi di Mushola An-Nur Putat Kecamatan Patuk Gunung Kidul. Kegiatan ini merupakan diskusi komunitas yang digelar rutin tiap bulannya. Acara yang bertema dengan Kesehatan Reproduksi Remaja ini dihadiri oleh remaja Patuk dari berbagai sekolahan mulai dari tingkat SMP sampai SMA. Diskusi terlihat sangat ramai, ketika peserta dibagi menjadi empat kelompok dan diajak menggambar terkait fase perkembangan manusia dari mulai balita sampai tua, dengan gambar tersebut peserta diminta untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada masa remaja. Pemaparan yang dijelaskan peserta tentang perkembangan fase manusia di antaranya; telah terjadi perubahan baik secara fisik maupun psikis seperti tumbuhnya jakun, mimpi basah,
  • 13

    Feb

    Call for Applicants

    Call for Applicants Rifka Annisa merupakan lembaga yang bergerak di bidang perempuan. Sebagai Women Crisis Center (WCC) pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak 1993, Rifka Annisa telah secara konsisten membantu perempuan korban. Kekonsistenan tersebut bukan hanya ditunjukkan dengan melakukan pendampingan langsung, tetapi juga melalui kampanye, pelatihan dan penelitian. Oleh karena itu, Rifka Annisa berusaha ikut mengembangkan pengetahuan berbasis pengalaman dan atau melalui buku-buku referensi yang terkait dengan perempuan, kekerasan berbasis gender. Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, kami mengundang Saudara/I, Ibu/Bapak, dan organisasi Anda untuk membantu mengelola perpustakaan kami dengan mengikuti tender ini. Tugas dan Tanggung Jawab 1. Membantu memperbaiki dan mengembang
  • 8

    Feb

    Menguak Sebab Laki-Laki Melakukan KDRT

    Oleh: Sri Yulita Pramulia Panani Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah bahasan yang paling populer sampai hari ini. Isu KDRT semakin naik ke permukaan ketika media pun tidak ketinggalan memberi sorotan pada korban dan pelakunya. KDRT bisa terjadi pada siapapun tidak memandang profesi, jabatan, usia, siapapun bisa mengalami tindak kekerasan ini. Walaupun, UU tentang KDRT sudah ada yaitu UU no 23 tahun 2004, berbagai bentuk kampanye dan sosialisasi anti KDRT dilakukan, tetapi tetap saja angkanya tidak mengalami penurunan justru makin bertambah. Bertambahnya jumlah tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terungkap, menandakan bahwa perempuan semakin sadar mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Kemungkinan angkanya akan bertambah karena masih banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga
  • 8

    Feb

    Transisi Perempuan dari Ranah Domestik ke Publik

    Oleh: Sri Yulita Pramulia Panani Zaman sekarang perempuan tidak lagi berkutat dalam ranah domestik tetapi juga merambah ranah publik. Perempuan tidak hanya terhenti pada tugas-tugas domestik seperti memasak, melahirkan anak, mengasuh anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan hanya menguasai wilayah domestik saja seperti dapur, dan tempat tidur. Perempuan saat ini dituntut untuk bisa mandiri, independen, keluar dari lingkup domestiknya untuk maju ke wilayah publik. Jika berefleksi dari zaman di mana perempuan mayoritas terkungkung sepenuhnya dalam dominasi laki-laki dan hanya menguasai ranah domestik, maka saat ini bisa dilihat banyak kemajuan yang telah perempuan lakukan. Perempuan sudah berkembang melangkah ke ranah publik. Profesi yang dulu dominan oleh laki-laki, contohnya pilot,
  • 7

    Feb

    Peringatan Maulid Nabi PJJI ARMALAH

    Oleh : Ani Rufaida Rabu, 6 Februari 2013, Persaudaraan Janda-Janda Indonesia (PJJI) Armalah menggelar pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan tema Tingkatkan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. Pengajian ini juga merupakan acara rutin yang digelar komunitas dan juga sebagai media silaturahmi para anggota. Acara yang dilaksanakan di sekertariat PJJI Armalah Jln. Selokan Mataram Babarsari No. 03 Catur Tunggal Depok Sleman Yogyakarta dihadiri oleh para anggota PJJI Armalah dengan pembicara HJ. Nur Isnaini dari Bantul. Hamdani selaku Kepala Yayasan Armalah dalam sambutannya menjelaskan pada dasarnya kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan dan kasih sayang terhadap sesama. Tambahnya dalam tahun ini akan ada pergantian kepengurusan, sehingga partisipasi

Author

Follow Me