• 20

    Feb

    Sexual Gratuities, Upaya Merendahkan Perempuan

    Oleh: Sri Yulita Pramulia Panani Baru-baru ini media cetak, online maupun televisi hangat memberitakan mengenai gratifikasi seksual atau sexual gratuities. Isu ini kembali muncul pejabat dan petinggi salah satu partai di Indonesia yang diduga menerima apa yang disebut gratifikasi seksual. Gratifikasi uang, mobil sudah menjadi biasa terjadi, dan yang baru adalah perempuan. Konon gratifikasi seksual bukanlah hal baru dalam sejarah perjalanan politik negeri ini walaupun istilah dulu mengkin bukan gratifikasi. Upeti semacamnya telah ada sejak dulu, sebelum orde reformasi ada dan sebelum perang terhadap korupsi menjadi prioritas utama negara ini. Pepatah lama yang mengatakan bahwa kelemahan atau kesenangan laki-laki, salah satunya adalah perempuan. Pepatah itupun nyata terlihat dalam praktek
  • 20

    Feb

    Remaja Waspada Dating Violence

    Dating violence atau kekerasan dalam pacaran tidak hanya terjadi pada mereka yang menjalani hubungan di usia dewasa sebelum terikat dalam pernikahan, tetapi juga terjadi pada usia remaja. Sehingga muncul istilah teen dating violence, yang mengacu pada subjek korban yaitu remaja. Selama ini masyarakat kita atau bahkan mayoritas orang tua kurang menyadari mengenai dating violence. Apabila remaja mengalami dating violence, mereka cenderung memilih untuk tidak menceritakan pada orang tua dan memendam apa yang ia alami. Dating violence memiliki pengertian yaitu ancaman atau tindakan untuk melakukan kekerasan kepada salah satu pihak dalam hubungan berpacaran, yang mana kekerasan ini ditujukan untuk memperoleh kontrol, kekuasaan dan kekuatan atas pasangannya. Pelakunya melakukan tindakan kekera
  • 21

    Jan

    Imajinasi Budaya Patriarki dalam Peraturan Daerah

    Oleh : Ani Rufaida Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, tentang larangan duduk mengangkang bagi perempuan yang membonceng motor menuai kritik oleh banyak kalangan, karena lagi-lagi merugikan kalangan perempuan. Banyaknya perbincangan di media tak kalah seru, untuk membuat kami terlibat mengangkat isu ini dalam program Radio Bicara (Bincang-Bincanag Remaja) Ista Kalista (10/01/13). Diskusi yang dilakukan teman-teman Humas Media beberapa hari lalu diantaranya: Perda ini tak lepas dari kondisi social budaya suatu daerah, belum lagi budaya patriarki yang sampai sekarang masih erat dengan masyarakat Indonesia. Sebagaian kalangan menilai bahwa hal ini mengangkat kaum hawa berkaitan dengan penerapan syariat Islam, larangan tersebut sama sekali tidak punya alasan yang ku
  • 27

    Nov

    Pelecehan Seksual terhadap Perempuan

    Oleh : Panani Pramulia Kajian tetang pelecehan seksual mulai menyeruak ke permukaan seiring dengan maraknya perjuangan hak-hak perempuan yang diusung oleh pendukung aliran feminisme maupun kalangan pembela hak perempuan. Pelecehan seksual tidak lagi hanya berkutat pada tindakan fisik yang tidak diinginkan oleh perempuan, tetapi seiring kemajuan gerakan perempuan definisinya telah mengalami perluasaan. Menurut Gitadi Tegas Supramudyo dalam jurnal Feminisme dan Pelecehan Seksual Dalam Birokrasi Kekuasaan Pemerintahan menegaskan bahwa pengertian pelecehan seksual menurut kajian feminisme telah mengalami perluasan definisi menjadi pertidaksetujuan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan sikap, kata-kata, dan tindakan pihak lain yang berlatar belakang seksual. Dikatakan pertidaksetujua
  • 23

    Oct

    STOP MENYALAHKAN KORBAN PEMERKOSAAN!

    Mendengar dan membicarakan kata pemerkosaan bukan lagi hal yang tabu. Perkosaan sudah menjadi hal yang biasa disiarkan di televisi maupun koran harian. Siapa yang di ekspos sampai akarnya? mereka adalah perempuan. Siapa yang mendapat sorotan media paling kuat adalah perempuan. Siapa yang dikucilkan dan jadi bahan gunjingan? adalah perempuan. Tidak ada seorang perempuan di dunia ini yang berharap untuk diperkosa. Bukan salah perempuan juga mengapa ia sampai diperkosa. Akan tetapi, perkosaan terjadi sudah tentu jelas pelakunya adalah laki-laki karena sudah menjadi dasar bawaan, bila laki-laki memiliki hawa nafsu yang tidak bisa ditahan dibandingkan wanita. Beberapa kaum lelaki tidak terima jika perkosaan terjadi sepenuhnya karena kesalahan laki-laki, namun perempuan juga turut andil di dala
  • 23

    Oct

    KEKERASAN DALAM PACARAN (DATING VIOLENCE)

    Pacaran adalah masa indah bagi setiap manusia, terutama bagi yang pertama kali merasakan cinta. Setiap orang berhak merasakan indahnya masa pacaran tidak ada batasan usia dalam hal ini terutama anak muda. Pacaran adalah tahap saling mengenal dan menjajaki antara dua manusia yang berbeda jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Di tengah indahnya masa pacaran dan perasaan cinta yang bergelora justru tidak jarang terjadi tindak kekerasan didalamnya. Kekerasan dalam pacaran tidak mengenal batas usia pacaran maupun usia individu yang terlibat. Kekerasan dalam berpacaran atau dating violence merupakan kasus yang sering terjadi setelah kekerasan dalam rumah tangga. Dari data Rifka Annisa didapat fakta yang mengejutkan bahwa dating violance menempati posisi kedua setelah kekerasan dalam rumah t
  • 9

    Oct

    Perempuan, Ruang Publik, dan Kekerasan Seksual

    Oleh : J. Rhivel Dalam lembaran sejarah, perempuan adalah makhluk yang sering menjadi korban kekerasan. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga kekerasan dalam ranah publik. Dari catatan Komnas Perempuan, setiap hari sedikitnya empat perempuan menjadi korban kekerasan seksual di ruang publik. Sejak tahun 1998 hingga 2011 telah terjadi 93.960 kasus kekerasan seksual. Dari jumlah tersebut, kasus pemerkosaan merupakan kasus terbanyak. Bahkan dari tahun ke tahun, jumlah kejahatan pemerkosaan selalu mengalami kenaikan. Beberapa bualn yang lalu kasus pemerkosaan di ruang publik sempat menjadi berita besar. Diawali dari pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswa bernama Livia Pavita di Tangerang (16/1/2011). Kemudian pemerkosaan terhadap seorang karyawati di kawaan Ragunan (1/
-

Author

Follow Me